Menu

Beranda Dokumentasi Sambutan Ketua Umum Pendiri Struktur Pengurus
INFO IMSAT
IKATAN MAHASISWA SANGTIANGKARAN (IMSAT) ADALAH ORGANISASI YANG MEWADAHI MAHASISWA-MAHASISWI DARI WILAYAH SANGTIANGKARAN, MELIPUTI 8 KECAMATAN: BARUPPU, RINDINGALLO, AWAN, BUNTUPEPASAN, SESEAN SULOARA', DENPINA, TIKALA, DAN KAPALAPITU.

Sambutan Ketua Umum

SAMBUTAN KETUA UMUM

Ikatan Mahasiswa Sangtiangkaran

Kepemimpinan bukan hanya tentang memimpin hari ini, tetapi juga tentang menyiapkan masa depan. Melalui semangat persaudaraan, pembelajaran, dan pengabdian, mari bersama-sama membawa Ikatan Mahasiswa Sangtiangkaran menjadi organisasi yang bertumbuh dan memberikan manfaat nyata.

Melanjutkan Perjuangan

Sambutan Ketua Umum

Periode 2026–2027

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Sangtiangkaran periode 2026–2027

Jesly Tangnga Pasoloran

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Sangtiangkaran

“

Kita tidak harus menjadi sempurna untuk mulai berkarya. Kita hanya perlu berani melangkah, bersedia belajar, dan terus memberikan manfaat bagi sesama.

Syalom!

Salam sejahtera bagi kita semua.

Pertama-tama, marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kasih, penyertaan, serta tuntunan-Nya sehingga kita masih diberikan kesehatan, kesempatan, dan kekuatan untuk menjalani kehidupan, mengembangkan diri, serta melaksanakan setiap tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita.

Yang saya hormati, Dewan Pendiri Ikatan Mahasiswa Sangtiangkaran;

Yang saya hormati, Dewan Pembina Ikatan Mahasiswa Sangtiangkaran;

Yang saya hormati, para senior dan seluruh pendahulu Ikatan Mahasiswa Sangtiangkaran;

Serta yang saya banggakan, segenap anggota dan keluarga besar Ikatan Mahasiswa Sangtiangkaran.

Pertama-tama, izinkan saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pendiri, pembina, senior, serta seluruh pendahulu yang telah meletakkan dasar perjuangan dan membangun Ikatan Mahasiswa Sangtiangkaran hingga tetap berdiri dan berkembang sampai saat ini. Berkat kerja keras, pengorbanan, dan semangat kebersamaan yang telah diwariskan, organisasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar, bertumbuh, membentuk karakter, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Sebagai Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Sangtiangkaran Periode 2026–2027, saya menyadari bahwa amanah ini bukan sekadar sebuah jabatan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan ketulusan, komitmen, dan semangat pengabdian. Kepemimpinan bukan tentang siapa yang paling tinggi kedudukannya, melainkan siapa yang bersedia mengambil tanggung jawab, mendengarkan, melayani, dan berjalan bersama untuk mencapai tujuan.

Saya menyadari bahwa seorang pemimpin tidak dapat berjalan sendiri. Tidak ada keberhasilan yang lahir hanya dari satu orang, dan tidak ada organisasi yang akan bertumbuh jika anggotanya memilih berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, saya mengajak kita semua untuk membangun kepengurusan yang saling mendukung, saling mengingatkan, serta saling menguatkan. Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan dan kebersamaan sebagai dasar setiap langkah perjuangan.

Organisasi ini tidak membutuhkan orang-orang yang merasa dirinya paling hebat, tetapi membutuhkan orang-orang yang bersedia bertumbuh bersama, bekerja dengan tulus, dan bertanggung jawab atas setiap kepercayaan yang diberikan.

Bagi saya, Ikatan Mahasiswa Sangtiangkaran bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan rumah bersama untuk belajar, membentuk karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang lebih luas. Di dalam organisasi ini, kita belajar bahwa perbedaan pendapat bukan alasan untuk bermusuhan, kesalahan bukan alasan untuk menyerah, dan kegagalan bukan akhir dari perjuangan. Selama kita mau mengevaluasi diri dan memperbaiki langkah, selalu ada kesempatan untuk menjadi lebih baik.

Saya percaya bahwa setiap anggota memiliki potensi, kemampuan, dan kesempatan untuk memberikan sesuatu yang berarti. Tidak semua orang harus memulai dari kemampuan yang sama, dan tidak semua orang harus menempuh jalan yang sama. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, keberanian untuk mencoba, kesediaan untuk menerima kritik, dan komitmen untuk terus berkembang. Kita tidak harus menunggu menjadi sempurna untuk mulai berkontribusi, karena sering kali justru melalui proses berorganisasi kita belajar menjadi pribadi yang lebih matang.

Sebagaimana cita-cita para pendahulu ketika mendirikan organisasi ini, Ikatan Mahasiswa Sangtiangkaran diharapkan tetap menjadi wadah pemersatu mahasiswa dan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah, khususnya wilayah Sangtiangkaran dan Toraja Utara pada umumnya. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton terhadap perkembangan daerah kita sendiri. Kita perlu membekali diri dengan pengetahuan, keterampilan, karakter, serta kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

Kita mungkin belum mampu melakukan perubahan besar dalam satu waktu. Namun, kita selalu dapat memulai dari hal-hal sederhana: menjaga persaudaraan, melaksanakan tanggung jawab, mengembangkan kemampuan, membantu sesama, dan menghadirkan kegiatan yang bermanfaat. Perubahan besar tidak selalu dimulai dari langkah yang luar biasa, tetapi sering kali tumbuh dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Jangan takut memulai dari hal kecil. Jangan malu belajar dari kesalahan. Jangan berhenti hanya karena perjalanan terasa sulit. Selama tujuan kita baik dan perjuangan kita dilakukan bersama, setiap langkah memiliki arti.

Dalam periode kepengurusan 2026–2027 ini, saya berharap kita dapat membangun semangat baru tanpa melupakan nilai-nilai yang telah diwariskan. Kita perlu menjaga nama baik organisasi, meningkatkan rasa memiliki, memperkuat komunikasi, serta mengembangkan budaya organisasi yang terbuka, bertanggung jawab, dan menghargai setiap anggota. Kritik hendaknya menjadi bahan perbaikan, perbedaan menjadi ruang untuk memahami, dan persoalan menjadi kesempatan untuk menemukan solusi bersama.

Saya juga mengajak seluruh anggota agar tidak menjadikan organisasi sekadar tempat mencari pengalaman untuk diri sendiri, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar memberi. Sebab, nilai sebuah pengalaman tidak hanya diukur dari apa yang kita peroleh, melainkan juga dari apa yang dapat kita bagikan kepada orang lain. Pengetahuan menjadi lebih berarti ketika dibagikan, kemampuan menjadi lebih bernilai ketika digunakan untuk membantu, dan kepemimpinan menjadi lebih bermakna ketika menghadirkan manfaat.

Saya tidak menjanjikan bahwa perjalanan kita akan selalu mudah. Akan ada perbedaan pemikiran, keterbatasan, dan tantangan yang perlu kita hadapi. Namun, saya percaya bahwa selama kita menjaga komunikasi, mengutamakan kepentingan bersama, dan tidak kehilangan semangat persaudaraan, setiap tantangan dapat kita hadapi dengan lebih kuat. Mari kita membangun organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga bertumbuh dalam kualitas, kedewasaan, dan pengabdian.

Pada akhirnya, masa kepengurusan akan berakhir, jabatan akan berganti, dan setiap orang akan melanjutkan perjalanan hidupnya masing-masing. Namun, nilai persaudaraan, pengetahuan, pengalaman, dan kebaikan yang kita bangun bersama hendaknya tetap tinggal dan menjadi warisan bagi generasi berikutnya. Saya berharap ketika masa kepengurusan ini berakhir, kita tidak hanya dikenang karena program yang telah dilaksanakan, tetapi juga karena semangat kebersamaan, ketulusan, dan manfaat yang telah kita tinggalkan.

Karena itu, mari kita melangkah bersama. Bukan untuk membuktikan siapa yang paling hebat, melainkan untuk menunjukkan bahwa ketika kita bersatu, kita mampu melakukan lebih banyak hal. Bukan untuk mengejar pengakuan semata, melainkan untuk menghadirkan manfaat. Dan bukan hanya untuk membanggakan nama organisasi, melainkan untuk memastikan bahwa keberadaan Ikatan Mahasiswa Sangtiangkaran sungguh berarti bagi anggotanya, masyarakat, dan daerah yang kita cintai.

Akhir kata, saya berharap agar Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan hikmat, kekuatan, kesehatan, dan penyertaan-Nya kepada kita semua dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab, baik dalam organisasi maupun dalam kehidupan kita masing-masing. Semoga setiap niat baik, kerja keras, dan pengorbanan kita menjadi berkat serta membawa manfaat bagi banyak orang.

Apabila terdapat tutur kata yang kurang berkenan, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Mari kita terus belajar, terus berkarya, dan terus memberikan manfaat, sekecil apa pun langkah yang dapat kita lakukan.

Berdiri Sama Tinggi,
Duduk Sama Rendah.

Salam Persaudaraan!

Salam Perjuangan!

Jesly Tangnga Pasoloran

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Sangtiangkaran
Periode 2026–2027

IKATAN MAHASISWA SANGTIANGKARAN

Merawat Persaudaraan · Mengembangkan Potensi · Mengabdi bagi Daerah

Komentar